[Track 6] Ujung Benang Merah
Lirik
Makna Lagu
“Ujung Benang Merah” adalah lagu tentang takdir yang bekerja dalam diam tak terlihat, tak tersentuh, namun selalu terasa. Lewat konsep benang merah yang dipercaya dalam budaya Tiongkok, lagu ini menggambarkan hubungan dua orang yang saling terhubung oleh sesuatu yang lebih besar dari jarak atau keadaan.
Berbeda dengan kisah yang saling tumbuh berdampingan, benang merah berbicara tentang keterikatan batin: hubungan yang tetap ada meski dipisahkan situasi, waktu, atau ruang. Lagu ini ingin menyampaikan bahwa jika sesuatu memang ditakdirkan, seberapa jauh pun jalannya, ujungnya akan tetap saling menemukan.
Ini adalah penutup yang simbolis untuk album—tentang percaya, tentang tetap terhubung, dan tentang perjalanan panjang dua jiwa yang ditautkan oleh sesuatu yang tidak bisa dijelaskan namun selalu terasa.
Inspirasi Lirik
Lirik ini kutulis setelah lagu “Jika Kita Daun”, karena temanya masih berkaitan dengan takdir hanya sudut pandangnya berbeda. Jika daun menggambarkan dua hal yang tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dari dekat, maka benang merah berbicara tentang sesuatu yang mengikat dari kejauhan.
Konsep benang merah bukan hal asing bagiku. Sejak dulu aku mempercayai perumpamaan itu secara spiritual bukan dalam arti ada benang fisik yang benar-benar mengikat, tapi sebagai simbol bahwa ada hubungan yang tetap tersambung bahkan ketika jarak memisahkan.
Dalam kelelahan mencari tema baru, aku kembali pada gagasan itu: hubungan yang tidak selalu dekat, tetapi selalu terhubung. Dari situlah aku menulis lirik ini menggabungkan keyakinan tentang takdir, jarak, dan keterikatan batin yang tidak terlihat namun selalu ada.
Credits



Komentar
Posting Komentar