[Track 4] Seperti Telingamu

Album: Metafora Merajut Aksara
Rilis: 12 November 2025
Dengarkan di: Spotify

Lirik

Verse 1
Pernahkah kau bercermin lama
Memperhatikan telingamu yang unik?
Kananmu menekuk kirimu berbeda
But both are yours, completely

Perbedaan bukanlah pengkhianatan
It’s just another way of being one
Seperti tubuhmu menerima telinganya
Maukah kau menerima hatiku juga?

Chorus
Kanan dan kiri, tak pernah sama
But still they live in one body one soul
Kita pun begitu meski berbeda
Please hold me as I am, whole

Verse 2
Aku pun punya sisi yang rapuh
Tak selalu indah tak selalu utuh
Namun bila kau mampu menerima
Seperti telingamu
I’ll be enough for you

Bukan sempurna yang aku pinta
Hanya diterima kurang lebihnya
Seperti kau tak pernah menolak telingamu
Will you embrace me without resistance?

Chorus (Reprise)
Kanan dan kiri, tak pernah sama
But still they live in one body, one soul
Kita pun begitu meski berbeda
Please hold me as I am, whole

Outro
Dan bila kau ragu lihatlah dirimu
Telinga kanan dan kiri tetap setia padamu
Begitu pun aku meski berbeda
My heart will always belong to you


Makna Lagu

“Seperti Telingamu” adalah lagu yang berbicara tentang penerimaan bukan yang besar dan dramatis, tetapi yang lembut dan sehari-hari. Lewat metafora telinga kanan dan kiri yang bentuknya tidak sama, lagu ini menggambarkan bagaimana dua hal yang berbeda tetap bisa hidup dalam satu tubuh, satu jiwa.

Perbedaan bukan ancaman; justru itu yang membuat dua orang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta bukan mencari kesempurnaan, melainkan berani berkata: “Terimalah aku apa adanya, seperti kau menerima dirimu sendiri.”


Inspirasi Lirik

Lirik ini kutulis keesokan harinya, saat aku sedang libur kerja. Hari itu cukup santai, tapi pikiranku masih terjebak pada tema simbol dan metafora dari hari sebelumnya. Aku membuka ponsel dan melihat fotonya. Tidak ada maksud apa pun, hanya perasaan kecil di hati yang berkata, “ada sesuatu tentang dia yang sempat aku lewatkan.”

Waktu aku berdiri di depan cermin, entah kenapa mataku justru tertarik pada telingaku sendiri. Dan di detik itu, ada rasa klik yang muncul begitu saja, aku teringat telinganya. Bentuk kanan dan kirinya sedikit berbeda, bukan hal yang aneh, mungkin hanya melekat sejak ia bayi ketika tulang masih lembut. Tapi bagiku, itu sesuatu yang unik dan manis.

Aku memang tipe yang suka memperhatikan detail seseorang yang spesial hal kecil yang biasanya tidak dianggap penting. Dari pengingat kecil itu, muncul satu tema sederhana: telinga. Lalu aku menulis lirik ini sejujur mungkin, tentang menerima dan diterima, tentang dua sisi yang tidak sama tapi tetap satu, dan tentang harapan agar hatiku dipeluk dengan cara yang sama seperti ia memeluk kekurangannya sendiri.


Credits 

Lirik: Nooyneir
Produksi / Arrangement: Nooyneir
Album: Laugh Love Reapet



Komentar

Postingan Populer