[Track 3] Jika Kita Daun

Album: Metafora Merajut Aksara
Rilis: 12 November 2025
Dengarkan di: Spotify
Lirik

Verse 1
Kita seperti dua daun di dahan yang sama
Tumbuh bersama menatap cahaya
The wind blows, seasons change
But we’re still here quietly side by side

Meski jarak memisahkan arah
Daun tahu ke mana rumahnya
And when we fall or drift away
Our roots will find their way

Chorus
Kau adalah daun di sampingku
Hijau yang meneduhkan rindu
Even if we fall one by one
We’ll meet again under the same sun

Verse 2
Daun bisa rapuh, bisa hilang
Tapi jejaknya tetap di batang
Like memories carved in time
You’re still part of my rhyme

Maybe the wind will take us far
To places we can’t see
Tapi di musim berikutnya
Kita tumbuh lagi bersisian kembali

Chorus (Reprise)
Kau adalah daun di sampingku
Hijau yang meneduhkan rindu
Walau akhirnya gugur satu per satu
Aku percaya… kita kan bertemu

Outro
Seperti daun pulang ke tanahnya
We’ll find our way… to each other again
Daun itu tetap aku dan kamu

Makna Lagu

“Jika Kita Daun” berbicara tentang dua orang yang tumbuh berdekatan, seperti dua daun pada dahan yang sama. Meski angin, jarak, dan musim mungkin memisahkan, selalu ada keyakinan bahwa mereka akan kembali bertemu dalam bentuk apa pun, pada waktu apa pun.

Lagu ini lembut, penuh harapan, dan memakai metafora alam untuk menggambarkan hubungan yang terasa tenang namun dalam: dua hati yang mungkin terpisah, tapi tetap punya akar yang saling mengenali.

Inspirasi Lirik

Lirik ini kutulis di hari yang sama dengan dua lagu sebelumnya. Tapi ide dasarnya datang dari obrolanku dengan seorang teman, sudah berbulan-bulan sebelum aku menulisnya. Kami sempat membahas tentang takdir tentang gambaran sebuah pohon besar di alam lain, tempat nama-nama tertulis di daun-daunnya.

Aku ingat betul bagaimana aku membayangkan dua nama yang berdampingan. Rasanya sederhana, tapi ada sesuatu yang hangat di situ. Dalam pikiranku, nama yang berdekatan mungkin adalah tanda bahwa dua orang itu memang ditakdirkan saling mengenal… atau setidaknya lewat dalam hidup satu sama lain.

Pikiran itu sebenarnya sudah lama tenggelam, sampai suatu hari tiba-tiba muncul lagi tanpa aku sengaja memikirkannya. Dan seperti biasa, saat ide mulai mengalir, aku hanya membiarkannya jalan sendiri.

Pohon yang dulu kami bahas sebenarnya sangat spiritual, kesannya begitu religius dan besar. Tapi saat menuliskannya, aku ingin membuatnya lebih sederhana, lebih dekat dengan kenyataan. Aku membayangkan daun biasa di dahan sebuah pohon, tumbuh dan gugur seperti hidup yang berjalan apa adanya.

Dari sanalah lagu ini terbentuk: tentang daun, tentang jarak, tentang jatuh dan tumbuh lagi… dan tentang dua nama yang entah bagaimana selalu terasa seperti sedang saling mencari.

Credits 

Lirik: Nooyneir
Produksi / Arrangement: Nooyneir
Album: Laugh Love Reapet

Komentar

Postingan Populer